Melanesiatimes.com, Kabupaten Sorong – Hamparan hijau di Kelurahan Klaru, Distrik Mariat, menjadi saksi bisu sebuah pencapaian gemilang pada Musim Tanam (MT) 1 tahun 2026. Produktivitas padi di Kelurahan Klaru, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, mengalami peningkatan signifikan pada Musim Tanam (MT) I tahun 2026.
Hasil tersebut diketahui melalui kegiatan pengambilan data ubinan yang dilakukan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) bersama petani setempat. Rabu (1/4/2026)
Kegiatan lapangan ini melibatkan pendampingan dari dosen Faperta Unamin, Dr. Ajang Maruapey, SP., MP., serta dukungan tim teknis Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Sorong.
Berdasarkan hasil pengukuran pada petak sampel berukuran 2,5 meter × 2,5 meter, varietas Cigeulis mencatatkan hasil tertinggi dengan rata-rata 4,4 kilogram atau setara 7,04 ton per hektare. Sementara itu, Galur 1F menghasilkan 4,0 kilogram (6,40 ton/ha), dan varietas Mekongga sebesar 3,7 kilogram (5,92 ton/ha).
Ajang Maruapey menjelaskan, peningkatan produktivitas tersebut tidak terlepas dari penerapan teknologi budidaya yang tepat serta pengawasan intensif terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
“Capaian ini merupakan hasil dari penerapan teknologi budidaya yang tepat. Pengawasan OPT yang lebih ketat bersama tim teknis menjadi faktor kunci di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Galur 1F menunjukkan performa yang stabil meskipun masih berstatus sebagai varietas harapan. Dalam lima musim tanam terakhir, galur tersebut mampu mempertahankan produktivitas di kisaran 5 hingga 6 ton per hektare.
Ketua Tim Kerja PPL Kabupaten Sorong, Sri Kiki Rahayu, SP., MP., menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan kedaulatan pangan di daerah.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap semangat mahasiswa tetap terjaga dalam mendukung upaya kemandirian pangan ke depan,” katanya.
Hal senada disampaikan Sutardi, SP., M.Pd., yang menilai keterlibatan mahasiswa secara langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi mereka.
“Jangan sia-siakan kesempatan di ‘laboratorium alam’ ini. Di sinilah kompetensi diuji untuk masa depan pertanian,” tegasnya.
Salah satu mahasiswa, Dian Fatma Sari, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengaplikasikan teori ke praktik nyata di lapangan.
Sementara itu, Sudarto, anggota Kelompok Tani Sidodadi sekaligus pemilik lahan, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan sejak awal masa tanam hingga panen.
“Terima kasih kepada mahasiswa, PPL, tim LPHP, dan Pak Amar yang sudah mendampingi kami dari awal hingga panen,” ungkapnya.
Dengan data ubinan yang telah divalidasi, capaian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi produksi dan surplus pangan di Kabupaten Sorong. Distrik Mariat pun dinilai semakin memperkuat perannya sebagai salah satu sentra produksi padi di Papua Barat Daya.