Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi., M.M, menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi utama bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, kecerdasan tanpa karakter justru berpotensi menjadi ancaman.
Penegasan tersebut disampaikan Sekda saat membuka Seminar Kesehatan Remaja dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 SMK Negeri 1 Kota Sorong yang digelar di Gedung Lambert Jitmau, Sabtu (7/2/2026) pagi.
Ruddy menyebutkan, usia SMK Negeri 1 Kota Sorong yang telah mencapai 55 tahun menjadi bukti nyata kontribusi sekolah tersebut dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu bersaing di berbagai sektor.
“SMK ini sudah melahirkan alumni yang bekerja di berbagai bidang, baik di daerah maupun tingkat nasional,” ujarnya.
Ia mengapresiasi peran para guru yang selama ini tidak hanya membangun kecerdasan akademik siswa, tetapi juga membentuk inovasi dan karakter, sehingga alumni SMK Negeri 1 mampu berkiprah di dunia kerja dan masyarakat.
Namun demikian, Sekda menegaskan bahwa capaian akademik semata tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat harus diimbangi dengan penguatan nilai moral dan etika.
“Pintar tanpa karakter itu berbahaya. Saya tidak percaya Indonesia Emas 2045 bisa tercapai kalau siswanya hanya cerdas tapi tidak berkarakter,” tegasnya.
Ia mencontohkan kemampuan di bidang elektronik dan komputer yang dimiliki siswa SMK dapat menjadi ancaman jika tidak disertai nilai moral yang kuat. Oleh karena itu, sekolah diminta menanamkan disiplin dan etos kerja sejak dini.
“Karakter dibangun bertahun-tahun dengan disiplin yang kuat, bukan dalam waktu singkat,” kata Ruddy.
Selain itu, Sekda juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi. Ia meminta agar metode pembelajaran terus menyesuaikan dengan perubahan zaman.
“Jangan mentransfer pengetahuan dengan teknologi yang sudah tertinggal. Guru juga harus terus belajar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ruddy juga mengingatkan peran orang tua agar memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah dalam mendidik anak-anak mereka. Menurutnya, reaksi berlebihan orang tua terhadap teguran guru justru dapat merusak proses pembentukan karakter siswa.
“Guru menegur bukan karena benci, tapi karena peduli. Kalau sudah percaya sekolah, biarkan guru mendidik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kerja keras merupakan faktor utama penentu kesuksesan masa depan siswa.
“Siswa yang bekerja keras lebih hebat daripada siswa yang pintar tapi malas,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, Drs. Agustinus Hotman Ompusunggu, M.M, mengatakan sekolah yang dipimpinnya telah meluluskan ribuan alumni yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Alumni kami ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua, bahkan ada yang menjadi dosen dan pejabat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini SMK Negeri 1 Kota Sorong memiliki sekitar 1.700 siswa dengan sembilan jurusan, di antaranya teknik komputer, rekayasa perangkat lunak, geologi pertambangan, serta teknik perminyakan dan energi terbarukan.
“Kami berkomitmen menyiapkan lulusan yang siap kerja. Siswa praktik tidak hanya di Sorong, tetapi juga ke luar daerah seperti Manado, Bandung, bahkan Sumatera,” jelasnya.
Terkait seminar kesehatan remaja, Agustinus mengingatkan para siswa agar menjaga perilaku dan menjauhi rokok serta minuman keras.
“Siswa SMK Negeri 1 harus menunjukkan jati diri sebagai pelajar yang disiplin dan berkarakter,” tegasnya.
Seminar Kesehatan Remaja tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Sorong yang memaparkan materi HIV/AIDS, meliputi cara penularan, pencegahan, serta pentingnya perilaku hidup sehat di kalangan remaja.
Selain itu, narasumber dari Polresta Sorong Kota juga menyampaikan materi tentang aspek penegakan hukum dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba (P4GN), termasuk bahaya narkoba dan sanksi hukum bagi pengguna maupun pengedar.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SMK Negeri 1 Kota Sorong dan turut dihadiri para guru, panitia HUT ke-55 SMK Negeri 1, pimpinan organisasi perangkat daerah atau perwakilan, serta tamu undangan lainnya.