Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, memperingati satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Sorong, Hi. Anshar Karim. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan capaian kinerja, refleksi pemerintahan, serta komitmen melanjutkan pembangunan di Kota Sorong.
Dalam sambutannya, Septinus Lobat menegaskan bahwa kepemimpinannya bukan sekadar simbol atau penuh retorika. Ia menekankan bahwa dirinya dan wakil wali kota bekerja secara nyata untuk masyarakat.
“Saya ini bukan kaleng-kaleng, bukan banyak retorika, bukan main-main, dan bukan lari-lari seperti ikan gabus,” tegas Lobat pada acara satu tahun Kepemimpinan, Senin (23/02/2026).
Pada kesempatan itu, Lobat dan Hi. Anshar Karim menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung jalannya pemerintahan selama satu tahun terakhir. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para istri, unsur Forkopimda tingkat kota dan provinsi, serta seluruh tim sukses.
“Orang pertama yang harus kami ucapkan terima kasih adalah istri-istri kami, kemudian Forkopimda dan seluruh pihak yang telah mendukung kami,” ujar Lobat.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu program unggulan, yakni sekolah gratis, mendapatkan dukungan signifikan dari pemerintah provinsi dengan anggaran lebih dari Rp6 miliar. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk sinergi antarlevel pemerintahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Rayakan Satu Tahun Pemerintahan Kota Sorong, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong, Menyampaikan penyampaian satu Tahun Kerja
Menurut Lobat, seluruh program kerja yang dijalankan telah selaras dengan visi pembangunan Kota Sorong. “Semua program kerja sudah kami laksanakan sesuai visi Kota Sorong, yaitu bersama membangun Kota Sorong yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera,” katanya.
Meski demikian, Lobat menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata hasil kemampuan pribadi. “Semua ini bukan karena kecerdasan atau kepintaran kami berdua, tetapi semua karena Tuhan, serta kerjasama antara tim” ungkapnya.
Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Lobat juga menyoroti komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan. Ia mengungkapkan telah menunjuk sembilan perempuan sebagai kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan berencana menambah jumlah tersebut.
“Kenapa harus perempuan, karena mereka bekerja jujur, tidak sama dengan bapak-bapak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sorong Hi. Anshar Karim menyampaikan bahwa latar belakangnya sebagai pengusaha menjadi motivasi dalam menjalankan pemerintahan. “Saya ini background-nya pengusaha. Jadi ketika melihat satu hal maju, kami harus lebih dari itu. Itu yang menjadi motivasi kami,” katanya.
Anshar Karim juga menjelaskan bahwa dirinya diberi tanggung jawab khusus oleh Wali Kota Sorong untuk menangani persoalan sampah. Ia menyebutkan bahwa penanganan tersebut telah dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Bangun Malamoi Indah yang dipimpin oleh Johanis Malibela.
“Penanganan sampah sudah kami laksanakan dengan bekerja sama dengan pihak ketiga agar lebih optimal,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Sorong mengakui bahwa program yang dilaksanakan belum sepenuhnya sempurna karena keterbatasan APBD, tetapi ia berjanji akan menggenjot APD sehingga pembangunan kota sorong dilaksanakan secara maksimal dan merata di semua sektor.