RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 masehi merupakan momen penuh berkah dan khazanah spiritual bagi umat Muslim.
Pada momentum ini tentu Pemda dan Polres Raja Ampat diharapkan agar lebih meperkuat langkah preventif guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Khamtibmas) tetap terjaga selama Ramadhan.
Sinergitas antara Satpol PP dan Aparat Kepolisian Resor Kabupaten Raja Ampat yang melakukan pengawasan terpadu sangat diperlukan bukan hanya pada saat menjelang sholat Isya dan Tarawih.
Khususnya, pada jam-jam serta titik-titik rawan seperti sebelum dan selepas sahur karena sering terjadi aktivitas anak muda di taman kofarkor.
Pukul 12.00 – 05.30 WIT pesta miras dan lagu-lagu dengan volume mencapai angka maksimal hingga teriakan berujung anarkis antar sesama menjadi pelengkap dibalik kebisingan dari rutinitas malam hari di taman kofarkor.
Sikap konyol yang dipertontonkan setiap malam oleh anak-anak ini tentu menggambarkan minimnya sopan santun dan moralitas hidup sebagai umat beragama serta lemahnya didikan para orang tua tentang etika hidup bersama nyawa.
Perilaku-perilaku kolot tersebut bisa juga dilatarbelakangi oleh beberapa faktor termaksud lemahnya patroli rutin, pendekatan persuasif kepada kelompok remaja serta lambatnya respons cepat terhadap laporan masyarakat.
Kolaborasi lintas aparat menjadi strategi taktik (stratak) penting untuk meminimalisir potensi gangguan dan angka kriminalitas yang kerap kali muncul saat Ramadhan.
Untuk diketahui taman ini selain kondisinya gelap tanpa penerang. Kofarkor juga merupakan salah satu tempat masif terjadinya aksi kejahatan. Bahkan, pada bulan lalu Polres Raja Ampat merilis sebuah insiden curas yang menelan korban ibu-ibu bernama Melani di lokasi yang sama.