Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya musim 2025–2026 resmi ditutup dalam suasana meriah di Stadion Bawela, Kota Sorong, Senin malam (6/4/2026).
Ketua Panitia, Amatus, mengumumkan hasil akhir turnamen sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi. Ia menyebutkan, Persikos Kota Sorong berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul tim asal Maybrat di posisi kedua, serta Persita Tambrauw di posisi berikutnya.
“Kita beri aplaus untuk seluruh tim, khususnya para juara yang telah menunjukkan permainan terbaiknya,” ujarnya.
Selain itu, panitia juga menetapkan besaran hadiah bagi para juara. Juara pertama mendapatkan piala dan uang pembinaan senilai Rp70 juta, juara kedua memperoleh piala serta uang pembinaan Rp40 juta, sedangkan juara ketiga menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp30 juta.
Selain penentuan juara, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu kepada para pemain terbaik. Elia Salossa (nomor punggung 23) dinobatkan sebagai pemain muda terbaik. Sementara gelar pemain terbaik diraih Kalvin Hegemuru (nomor 10) dari Persikos Kota Sorong.
Untuk kategori penjaga gawang terbaik diberikan kepada Samuel (nomor 24) dari Persikos Kota Sorong. Sedangkan predikat pencetak gol terbanyak atau top skor diraih Anderson Wavom dari Persemay Maybrat dengan torehan tujuh gol.
Amatus menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
“Kami menyampaikan bahwa keberhasilan dan kesuksesan ini bukan hanya karena panitia, tetapi karena dukungan semua pihak dengan caranya masing-masing,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, para kepala daerah, pengurus PSSI provinsi, DPRD, serta TNI dan Polri yang telah mendukung kelancaran dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Kota melalui Dinas Pemuda dan Olahraga yang telah memfasilitasi penggunaan stadion, serta para sponsor yang turut menyukseskan pelaksanaan kompetisi.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, secara resmi menutup Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya 2025–2026. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya ajang tersebut dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini kita dapat berkumpul dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi seluruh panitia, Asprov PSSI, sponsor, dan semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kompetisi dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Menurutnya, Liga 4 bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda di bidang sepak bola.
“Dari sinilah kita berharap lahir bibit-bibit unggul yang kelak mampu mengharumkan nama daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para pemain untuk terus menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga persaudaraan dalam setiap pertandingan.
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam pertandingan, namun nilai kebersamaan dan persatuan adalah yang utama,” tegasnya.
Gubernur memberikan ucapan selamat kepada tim juara dan motivasi bagi tim yang belum berhasil.
“Kepada tim yang nantinya keluar sebagai juara, saya ucapkan selamat. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi,” tuturnya.
Sebagai bentuk keberlanjutan kompetisi, tim juara pertama direncanakan akan mewakili Papua Barat Daya untuk berlaga di ajang tingkat nasional, yakni Piala Presiden.