Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan pemberdayaan dan pengawasan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Vega Prime Hotel, pada Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, serta pengurus berbagai organisasi kemasyarakatan di wilayah Papua Barat Daya. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat sinergi antara pemerintah dan ormas dalam menjaga stabilitas daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Yakob Kareth, dalam sambutannya menekankan bahwa keberadaan ormas memiliki peran strategis dalam merawat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Ia menyebut, hingga saat ini jumlah ormas di Papua Barat Daya berkisar antara 140 hingga 145 organisasi.
“Provinsi ini masih tergolong muda, namun masyarakatnya sangat dinamis dan beragam. Karena itu, kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam membangun Papua Barat Daya dengan semangat damai dan kekeluargaan,” ujarnya.
Yakob juga menyinggung adanya gangguan keamanan dan ketertiban yang sempat terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Sorong. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut dapat dikendalikan berkat kolaborasi berbagai pihak.
“Sinergi antara tokoh masyarakat, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya, George Japsenang, menegaskan bahwa ormas merupakan mitra penting pemerintah dalam meningkatkan partisipasi publik sekaligus menjaga keharmonisan sosial.
“Organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi, menjaga harmoni sosial, dan mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh ormas untuk terus menjaga toleransi antarumat beragama, terutama menjelang sejumlah hari besar keagamaan yang berdekatan seperti Nyepi, Idul Fitri, Jumat Agung, dan Paskah.
“Kami mengimbau seluruh ormas untuk menjaga kerukunan, sehingga setiap umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Panitia yang juga Kabid Ormas dan Politik Dalam Negeri Kesbangpol Papua Barat Daya, Lewi Isir, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan dan pengawasan terhadap ormas yang terdaftar.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi pemberdayaan dan pengawasan ormas. Kami memiliki tanggung jawab untuk membina organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong agar seluruh ormas menjalankan aktivitas sesuai dengan regulasi yang berlaku, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Setiap ormas yang terdaftar wajib mematuhi ketentuan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah daerah. Pembinaan dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Lewi.
Selain itu, Kesbangpol juga mensosialisasikan mekanisme pendaftaran ormas agar lebih tertib dan terintegrasi dengan sistem yang berlaku secara nasional.
“Kami juga menyampaikan prosedur pendaftaran ormas agar sesuai dengan aturan dari pemerintah pusat hingga daerah, sehingga keberadaannya tercatat dengan baik,” tambahnya.
Menurut Lewi, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan antarormas di Papua Barat Daya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyatukan seluruh ormas agar bersama-sama menjaga persatuan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah, doa bersama, serta buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir, yang semakin mempererat kebersamaan di antara seluruh elemen masyarakat.