RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Momentum pelaksanaan AVC Beach Volleyball Tour Raja Ampat 2026 dimanfaatkan sebagai ruang dialog strategis antara pemerintah daerah dan pusat. Pada Senin (6/4/2026), Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, berdiskusi langsung dengan Wakil Ketua Umum PBVSI Pusat sekaligus Anggota Komite Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Paulus Waterpauw, bersama jajaran pemerintah terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Paulus Waterpauw menyampaikan bahwa dialog ini menjadi langkah penting untuk mendorong berbagai program strategis agar dapat direalisasikan hingga ke tingkat pusat.
Salah satu fokus pembahasan adalah Program Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menetapkan 69 desa sebagai calon lokasi program. Namun, berdasarkan kesepakatan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), baru 36 kampung yang akan direalisasikan. Dari jumlah tersebut, baru enam kampung yang telah melalui proses survei awal.
Paulus berharap Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap bersama jajaran KKP dapat segera melaksanakan survei lanjutan guna mempercepat implementasi program tersebut. Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat agar kebijakan strategis pemerintah pusat dapat berjalan tepat sasaran.
Selain itu, kebutuhan infrastruktur kelistrikan menjadi perhatian utama. Ketersediaan listrik dinilai sebagai faktor penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, khususnya di kampung-kampung nelayan. Untuk itu, pihaknya mendorong sinergi antara PLN dan KKP dalam menghadirkan solusi energi, baik melalui genset, panel surya, maupun alternatif lainnya.Momen Avc Raja Ampat Open 2026: Bupati Orideko Burdam Dorong Percepatan Program Strategis Pembangunan
Dalam aspek penataan wilayah, Paulus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mengingat Raja Ampat merupakan kawasan konservasi yang memiliki daya tarik wisata dunia, diperlukan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan kunjungan wisatawan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, ia juga mengajak dukungan lintas lembaga, termasuk DPD RI dan DPR RI, agar dapat bersinergi dengan kementerian terkait serta Komite Pembangunan Otsus Papua guna mempercepat realisasi program-program prioritas.
Paulus turut menyampaikan visi besar ke depan, yakni mendorong Raja Ampat menjadi Area Kebijakan Khusus Negara, serupa dengan kawasan strategis nasional lainnya seperti Danau Toba dan Batam. Ia menilai, konsep ini tidak hanya sebatas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, tetapi juga sebagai kawasan wisata modern yang tetap berpihak pada masyarakat lokal.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Paulus Waterpauw dalam pembukaan AVC Beach Volleyball Tour Raja Ampat 2026. Ia menilai momentum ini sangat penting untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan daerah kepada pemerintah pusat.
“Kami berharap berbagai poin strategis yang telah didiskusikan dapat segera ditindaklanjuti dan didorong ke kementerian terkait agar percepatan pembangunan di Kabupaten Raja Ampat dapat segera terealisasi,” ujar Orideko.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, guna mendorong pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat.