RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Dentuman keras kembali mengguncang perairan Pariwisata, Distrik Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat. Warga pesisir melaporkan adanya praktik pengeboman ikan pada Rabu 25 Februari 2026 pagi sekitar pukul 11.00 WIT.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh seorang Nelayan asal Desa Harapan Jaya, Harudin, bahwa telah terjadi pengemboman di areal Zona Neritik (Rep Putih) Pulau Namlol.
Harudin menyebutkan, para pelaku pengeboman menggunakan motor tempel 15 PK berwarna hijau putih dan di dalam kendaraan laut milik pelaku terdapat Sajam berjenis parang serta 20-30 buah bom yang digunakan pelaku.
“Sempat kami jumpai ke empat pelakunya bahkan kami ditawari ikan hasil bom dan di dalam kendaraan pelaku terdapat alat tajam berupa parang dan 20-30 buah bom ikan,” jelasnya, (26/26), dini hari.
Nelayan tersebut menyampaikan bahwa tidak dapat didokumentasikan karena tak membawa telpon seluler miliknya. Ia menduga sementara pelaku berasal dari Pulau Buaya, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serupa di Kabupaten Raja Ampat.
Sebelumnya, Aparat gabungan TNI, Polri, dan Masyarakat berhasil membekuk pelaku pengeboman di perairan Meosmanggara, Distrik Waigeo Barat Kepulan, Kabupaten Raja Ampat.
Warga berharap agar ada perhatian khusus terkait perilaku balst fishing ini demi menjaga kelestarian laut dan keberlanjutan hidup nelayan di perairan Misool.