Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat Daya, Michael Mobalen, angkat bicara terkait insiden penjambretan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang wisatawan asal Argentina di Kota Sorong beberapa hari lalu.
Michael menyampaikan rasa penyesalan sekaligus kecaman keras atas peristiwa tersebut. Ia menilai tindakan kriminal itu telah mencoreng rasa aman dan nyaman, baik bagi wisatawan maupun masyarakat di Kota Sorong.
“Saya sangat menyesal dan mengecam keras perbuatan yang dilakukan terhadap wisatawan Argentina beberapa waktu lalu. Ini sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan di Kota Sorong,” ujarnya pada media ini saat di temui di Aston Hotel Kota Sorong pada Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut berpotensi berdampak luas terhadap citra pariwisata daerah. Ia menegaskan bahwa informasi terkait insiden seperti ini dapat dengan cepat menyebar dari satu wisatawan kepada wisatawan lain dan dapat memengaruhi kepercayaan wisatawan untuk berkunjung.
“Ini berbahaya karena informasi akan terus menyebar. Sebagai pelaku wisata dan pemandu, kami melihat ini sebagai hal serius yang harus segera ditangani agar tidak terulang kembali,” katanya.
Michael menekankan bahwa Kota Sorong merupakan pintu gerbang utama menuju destinasi wisata unggulan seperti Raja Ampat. Oleh karena itu, keamanan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas bersama.
“Kita ingin Sorong menjadi kota yang aman dan nyaman. Setiap tamu yang hendak ke Raja Ampat pasti transit di sini, bahkan bisa tinggal satu hingga dua hari sebelum atau sesudah perjalanan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pemandu wisata di Papua Barat Daya sangat mengecam tindakan kriminal tersebut dan berharap ada langkah tegas dari aparat keamanan.
“Kami sebagai pemandu wisata sangat mengecam keras tindakan pelaku yang melakukan penjambretan ini. Ini harus dihentikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Michael mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku agar memberikan kepastian hukum serta rasa aman bagi wisatawan.
“Saya pikir pihak keamanan harus segera mencari pelakunya dan mempublikasikan bahwa pelaku sudah ditahan. Ini penting agar wisatawan lain mendapat informasi yang jelas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi dari aparat sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Sorong dan sekitarnya.
“Kalau tidak ada informasi, akan timbul kekhawatiran bagi tamu-tamu wisatawan lain. Mereka bisa berpikir ada masalah keamanan di sini,” katanya.
Menurutnya, langkah cepat dan transparan dari pemerintah serta aparat keamanan akan menunjukkan keseriusan dalam menjaga sektor pariwisata, khususnya keamanan wisatawan.
“Ini penting agar semua pihak melihat bahwa ada keseriusan dari pemerintah dan aparat keamanan dalam menangani kasus ini,” tambahnya.
Sementara itu, Media Melanesiatimes.com juga telah melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, Afriangga U. Tan, terkait kasus tersebut.
Dari hasil konfirmasi, pihak Polresta Sorong Kota menyatakan bahwa saat ini kasus penjambretan terhadap wisatawan Argentina tersebut masih dalam tahap penyelidikan.