Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Aksi saling serang antar dua kelompok warga terjadi di jalan Jenderal Sudirman, Klademak I, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Insiden tersebut sontak mendapat perhatian serius oleh Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan, S.I.K., M.H. yang turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat kondisi di lapangan. Selasa (17/02/2026).
Setibanya di lokasi, Kapolresta bersama jajarannya segera mengambil langkah cepat dengan mempertemukan pihak-pihak yang terlibat konflik. Mediasi kemudian dilanjutkan di Polresta Kota Sorong guna mencegah eskalasi keributan yang lebih luas.
Kapolresta Kota Sorong menyampaikan bahwa proses mediasi telah berjalan dengan baik dan disepakati bersama oleh kedua belah pihak. “Mediasi sudah kami lakukan di Polresta Kota Sorong dan telah ada kesepakatan, sehingga kami berharap tidak ada lagi keributan,” ujar Kombes Pol. Amry Siahaan.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban, terlebih menjelang pelaksanaan ibadah puasa. “Mengingat umat Muslim akan melaksanakan ibadah puasa pada Kamis, 19 Februari 2025, maka sangat penting bagi kita semua untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di Kota Sorong,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan tersebut dipicu oleh dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok warga Jembatan Puri terhadap warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Peristiwa itu memicu reaksi dari pihak KKSS yang merasa tidak terima sehingga terjadi perlawanan.
Akibat kejadian tersebut, dua orang korban pengeroyokan mengalami luka-luka dan telah dibawa pulang ke rumah masing-masing untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Kota Sorong.