Melanesiatimes.com Kota Sorong — Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Wilayah (Muswil) lanjutan Himpunan Pelajar Mahasiswa Seram Bagian Timur (HIPMA SBT) Papua Barat Daya, Afdal Wailisahalong, memastikan seluruh persiapan kegiatan telah rampung dan siap dilaksanakan. Sabtu (07/02/2026).
Muswil lanjutan HIPMA SBT dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 8 Februari 2026, bertempat di Gedung Sirambe, Kilometer, Kota Sorong. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menentukan arah dan kepemimpinan organisasi ke depan.
Afdal menyampaikan bahwa Steering Committee telah bekerja maksimal dalam menyiapkan seluruh tahapan Muswil agar berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
“Kami dari Steering Committee telah merampungkan semua hal yang berkaitan dengan suksesnya kegiatan Muswil lanjutan HIPMA SBT ini,” ujar Afdal.
Ia menegaskan bahwa panitia SC berkomitmen penuh menjaga profesionalisme dan keadilan selama proses berlangsung, tanpa berpihak kepada salah satu kandidat yang bertarung.
“Kami pastikan kegiatan berjalan secara profesional dan adil, serta tidak memihak kepada kandidat mana pun,” tegasnya.
Terkait beredarnya informasi yang mempertanyakan netralitas Steering Committee, Afdal menilai isu tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan publik, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa.
“Soal berita yang beredar mengenai netralitas kami, perlu digarisbawahi bahwa kami bekerja sesuai mekanisme organisasi, bukan kepentingan kelompok tertentu,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh pemuda dan mahasiswa HIPMA SBT agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar atau bersifat hoaks.
“Kami berharap seluruh pemuda dan mahasiswa tidak termakan berita hoaks yang dapat merusak suasana Muswil,” lanjut Afdal.
Menurutnya, persoalan menang dan kalah dalam Muswil merupakan dinamika demokrasi organisasi yang akan diuji dan diputuskan secara terbuka melalui forum resmi.
“Soal siapa yang menang dan kalah, semuanya akan diuji dalam forum Muswil besok,” ujarnya.
Afdal pun mengingatkan kedua kandidat agar tetap menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan kedewasaan dalam berkompetisi.
“Kami harapkan kedua kandidat bersikap dewasa dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak benar, seperti menyerang pribadi kandidat lain,” katanya.
Lebih jauh, Afdal menekankan bahwa HIPMA SBT merupakan organisasi yang baru dibentuk sehingga membutuhkan kebersamaan dan kedewasaan kolektif dalam membangun dan merawatnya.
“Organisasi ini masih baru dan perlu kita jaga bersama agar menjadi ruang silaturahmi dan kekeluargaan yang sehat,” ucapnya.
Ia juga menyoroti isu-isu internal, termasuk persoalan minuman keras, agar tidak dibesar-besarkan dan dipertontonkan di ruang publik.
“Soal minuman keras tidak perlu dibesar-besarkan di mata publik karena dapat mencederai nama baik masyarakat Seram Timur,” tegas Afdal.
Menurutnya, setiap persoalan internal sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan demi menjaga persatuan dan marwah organisasi.
“Biarkan masalah internal kita selesaikan secara internal dengan pendekatan kekeluargaan,” tambahnya.
Afdal berharap, setelah Muswil selesai dilaksanakan, seluruh elemen HIPMA SBT tetap solid, bersatu, dan tidak terpecah oleh dinamika yang merugikan.
“Forum ini dari kita dan untuk kita. Kita satu karena kita kuat,” pungkas Afdal.