Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Rafael Kardinal berserta Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat Daya resmi dilantik. Pelantikan ini berlangsung di Rilych Panorama Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (17/02/2026).
Pelantikan tersebut mengusung tema Sinergi Pengusaha Muda “Akselerasi Pembangunan”, sebagai wujud komitmen HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah secara berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Himawan Buchari, bersama jajaran pengurus pusat, serta dihadiri unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kader HIPMI se-Papua Barat Daya.
Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat Daya, Rafael Kardinal, dalam sambutannya menegaskan bahwa HIPMI merupakan organisasi yang beranggotakan para pengusaha yang memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP demi menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan inklusif di Papua Barat Daya.
“Kita berharap pengusaha-pengusaha asli Papua Barat Daya, baik OAP maupun non-OAP, bisa saling bekerja sama dan bersinergi untuk Papua Barat Daya yang lebih baik,” ujar Rafael.
Rafael juga menyinggung pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,82 persen, dan menyatakan HIPMI harus mampu memberikan kontribusi nyata untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.
Menurutnya, kehadiran HIPMI Papua Barat Daya harus menjadi kekuatan baru dalam mendukung pemerintah daerah, baik gubernur maupun wakil gubernur, melalui peran strategis di sektor ekonomi.
Rafael menegaskan komitmennya bahwa dirinya tidak akan terlibat dalam proyek-proyek pemerintah daerah, melainkan fokus menghadirkan investasi dari luar Papua Barat Daya.
“Saya berada di sini bukan untuk memainkan proyek-proyek pemerintah di Papua Barat Daya. Saya akan membawa investasi dari luar masuk ke daerah ini,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa masih ada kekhawatiran dari sejumlah pihak terkait kehadirannya di HIPMI, namun memastikan bahwa orientasi utamanya adalah pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Dalam pidatonya, Rafael menyoroti beberapa sektor unggulan yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama-sama, yakni sektor kehutanan, perikanan, dan pertanian.
Ia menyebutkan bahwa sektor-sektor tersebut sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Selain sektor primer, Rafael juga menyoroti potensi pariwisata Papua Barat Daya yang terus meningkat, khususnya tingginya kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Sorong.
“Saya melihat langsung di bandara, wisatawan mancanegara sangat banyak. Ini peluang besar yang harus kita kelola dengan baik,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menilai keterbatasan jumlah penerbangan dan mahalnya harga tiket pesawat menjadi kendala serius dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Cari tiket ke Papua Barat Daya sekarang sangat susah dan harganya mahal. Bahkan sering dibandingkan dengan tiket ke Jepang,” katanya.
Rafael menyampaikan bahwa HIPMI Papua Barat Daya akan mendorong dialog dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan terkait, untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan pasar domestik dan peningkatan daya saing UMKM sebagai fondasi ekonomi daerah.
Menurut Rafael, hilirisasi industri berbasis komoditas lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk Papua Barat Daya.
“Saya melihat sudah ada produk seperti minyak kelapa yang diolah menjadi sabun. Yang kurang hanyalah eksposur,” ujarnya.
Ia menyatakan siap membantu membuka akses pasar dan meningkatkan promosi produk lokal, mengingat pengalamannya yang banyak beraktivitas di luar Papua Barat Daya.
Rafael mengakui bahwa proses transformasi ekonomi tidak dapat berjalan instan, namun optimistis dengan tekad dan semangat bersama, kemajuan dapat dicapai secara bertahap.
“Dengan hikmat dan kebijaksanaan yang Tuhan berikan, saya yakin kita bisa menghasilkan hal-hal yang baik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari menyampaikan bahwa pelantikan BPD HIPMI Papua Barat Daya merupakan amanat Munas HIPMI 2022 di Solo terkait pemekaran provinsi baru di Papua.
Ia menjelaskan bahwa Papua Barat Daya menjadi provinsi terakhir yang dimekarkan, dan HIPMI telah menuntaskan pembentukan kepengurusan di seluruh provinsi baru tersebut.
“Hari ini Papua Barat Daya resmi menjadi provinsi penutup dari pemekaran, dan HIPMI telah melantik kepengurusan lengkap,” kata Akbar.
Akbar mengakui bahwa dinamika dalam organisasi besar merupakan hal yang wajar, termasuk di Papua Barat Daya.
“Kalau tidak ada dinamika, berarti organisasi itu tidak hidup,” ujarnya.
Ia mengapresiasi visi dan gagasan Ketua Umum BPD HIPMI Papua Barat Daya yang dinilai fokus pada investasi, bukan membebani APBD daerah.
“Di tengah kondisi keuangan daerah yang menurun, investasi adalah kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tegas Akbar.
Akbar juga menekankan pentingnya hilirisasi produk lokal, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di tubuh HIPMI.
Ia berharap HIPMI Papua Barat Daya dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta dalam pembangunan ekonomi.
Menutup sambutannya, Akbar menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan berharap HIPMI Papua Barat Daya segera melakukan konsolidasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
“Selamat bertugas, jalankan roda organisasi, dan kibarkan kebesaran HIPMI di Papua Barat Daya,” tutupnya.