Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Festival Kampung Ramadhan Melati Raya yang diinisiasi oleh Pemuda Muslim Melati Raya resmi ditutup pada Sabtu, 7 Maret 2026. Penutupan kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh Penasehat Pemuda Muslim Melati Raya, M. Sanusi Rahaningmas yang akrab disapa MSR.
MSR menjelaskan bahwa pada awalnya penutupan festival direncanakan akan dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Daya. Namun karena adanya agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya, penutupan akhirnya diwakilkan kepadanya selaku penasehat organisasi pemuda tersebut.
“Alhamdulillah hari ini, Sabtu 7 Maret 2026, kegiatan Festival Kampung Ramadhan Melati Raya yang diinisiasi oleh Pemuda Muslim Melati Raya resmi ditutup. Sejatinya penutupan direncanakan oleh Pak Gubernur, namun karena beliau memiliki agenda buka puasa bersama Insan Pers Papua Barat Daya di Panorama Hotel, maka penutupan dilakukan oleh saya selaku penasehat,” ujar MSR.
Ia menjelaskan, festival tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Maret 2026. Berbagai kegiatan lomba digelar untuk memeriahkan acara tersebut, mulai dari lomba adzan, fashion show, melukis, mewarnai, kaligrafi hingga lomba vokal religi yang diikuti oleh banyak peserta dari masyarakat sekitar.
Menurut MSR, pembagian hadiah bagi para pemenang lomba telah dilakukan pada sore hari sebelum waktu berbuka puasa. Selain perlombaan, kegiatan tersebut juga diramaikan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang membuka stand kuliner dan berbagai produk lainnya.
“Kurang lebih ada sekitar 28 stand UMKM yang berpartisipasi selama lima hari kegiatan. Mereka berjualan dan menurut pengakuan para pedagang, hasil yang mereka dapatkan cukup luar biasa,” jelasnya.
Bahkan, kata MSR, sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka sering kali habis sebelum waktu berbuka puasa karena tingginya antusiasme pengunjung yang datang dari dalam maupun luar lingkungan Melati Raya.
Penyerahan Piala kepada pemenang lomba Festival Kampung Ramadhan Pemuda Muslim Melati Raya
“Beberapa pedagang menyampaikan kepada kami bahwa sebelum waktu berbuka puasa, menu yang mereka jual sudah habis dibeli pengunjung. Mereka bahkan berharap kegiatan seperti ini bisa digelar lebih lama, mungkin satu minggu atau sepuluh hari,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, MSR juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Bapak Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, serta para senator dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Ia mengakui bahwa dukungan yang diterima panitia memang tidak sepenuhnya mencukupi kebutuhan kegiatan. Namun berkat kerja sama dan semangat para pemuda, festival tersebut tetap dapat terlaksana hingga selesai dengan lancar.
MSR juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang diinisiasi oleh Pemuda Muslim Melati Raya, terutama yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan.
“Kami sebagai penasehat tentu akan terus memotivasi dan mendorong kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan para pemuda. Selama ini mereka juga aktif melakukan kegiatan seperti dendang sahur keliling dari kompleks ke kompleks, dari masjid ke masjid, serta mengisi berbagai kegiatan keagamaan lainnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Festival Kampung Ramadhan Melati Raya merupakan kegiatan perdana yang digagas oleh Pemuda Muslim Melati Raya dan diharapkan dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan skala yang lebih besar.