Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Dalam rangka meningkatkan semangat persatuan dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kelompok Cipayung Plus Papua Barat Daya membentuk rumah kebangsaan.
Kelompok Cipayung plus yang terdiri dari organisasi kemahasiswaan ekstra kampus masing-masing
Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), KOMDA Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI),
KORWIl Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
menyatakan komitmen bersama menjadikan Rumah Kebangsaan sebagai ruang dialog, konsolidasi, dan edukasi kebangsaan di Provinsi Papua Barat Daya.
Direktur Rumah Kebangsaan Cipayung plus PBD Raymond Yekwam mengatakan, pembentukan Rumah Kebangsaan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan ruang bersama yang inklusif, moderat, dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam merawat nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta memperkuat toleransi dan solidaritas antar kelompok.
“Adapun tujuan pembentukan Rumah Kebangsaan yaitu Menjadi pusat diskusi dan kajian isu-isu kebangsaan dan keumatan, Membangun kolaborasi lintas organisasi kepemudaan, OKP, dan BEM, Menangkal paham radikalisme, intoleransi, dan disinformasi di ruang publik serta Mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam pembangunan daerah, khususnya di Papua Barat Daya,” tegas Raymond yang juga aktivis GMNI itu dalam keterangan persnya, Selasa (24/2/2026)
Kelompok Cipayung Plus menegaskan bahwa Rumah Kebangsaan bukan milik satu organisasi, melainkan milik bersama sebagai simbol persatuan lintas ideologi, agama, dan latar belakang. Pihaknya juga membuka ruang sinergi dengan Pemerintah Daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial di Provinsi Papua Barat Daya.
“Demikian pernyataan pers ini kami sampaikan. Semoga inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat persatuan dan kontribusi generasi muda bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.