RAJA AMPAT, Melanesiatimes.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) melalui Bidang Perlindungan Anak gelar sosialisasi serentak dengan tema “Gema Permata” di sekolah dan 4 kelurahan di Kota Waisai.
Kegiatan berlangsung khidmat aman dan di ikuti ratusan siswa-siswi dari masing-masing sekolah salah satunya di SMA Negeri 1 Raja Ampat Pada Jumat 21 November 2025 lalu.
Materi sosialisasi difokuskan pada peningkatan kesadaran tentang pentingnya perlindungan anak, pemenuhan hak anak, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Peserta Sosialisasi di 4 Kelurahan
Salah satu pemateri, Kepala Unit Resese Kriminal (Kanit Reskrim) Polres Raja Ampat daalam materinya Ia bepesan kepada para orang tua bahwa anak merupakan kelompok rentan segala hal ihwal penting agar dibicarakan secara baik demi kepentingan generasi.
Kanit Satreskrim menegaskan kekerasan bukan hanya mengganggu pendidikan, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental, fisik, serta memperbesar risiko hukum. Justru, akan menambah beban dan menghambat masa depan Anak-anak.
Sementara, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AKB Raja Ampat Kimma Hakim menyampaikan bahwa, tidak hanya sekolah-sekaloh tetapi sosialisasi ini juga dilakukan di 4 kelurahan Kota Waisai.
Kegiatan “Gema Permata” di Sejumlah Sekolah
“Bukan sekolah saja tetapi juga giat ini kami lakukan di masing-masing kelurahan yakni Bonkawir, Warmasen, Waisai Kota dan Sapordanco. Pentinya Sosialisasi ini agar, para Orang Tua memahamami bahwa Anak-anak berhak atas perlindungan, pendidikan, dan tumbuh kembang yang sehat. Pencegahan kekerasan dimulai dari kesadaran bersama, termasuk dari sekolah dan lingkungan keluarga,” katanya.
Sosialisasi ini dilaksanakan dengan metode yang disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan, mulai dari diskusi ringan, hingga penyampaian materi dari Forum Anak dan juga membuka ruang pelatihan bagi individu untuk memberikan dukungan, bimbingan, dan konseling kepada teman sebayanya dalam kelompok usia yang sama (Konselor Sebaya).
Sementara itu, sejumlah guru dan kepala sekolah mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai relevan dan penting untuk membentuk karakter siswa sejak dini. Sebab, para murid perlu tahu bahwa sekolah adalah tempat yang aman, bukan hanya untuk belajar, tapi juga untuk tumbuh sebagai pribadi yang utuh.
“Gema Permata” yang artinya “Gerakan Masyarakat Peduli dan Melindungi Anak Dari Kekerasan” tema ini merupakan semangat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pemenuhan hak-hak anak secara menyeluruh dan sosialisai ini adalah langkah awal agar sekolah tidak hanya jadi tempat menuntut ilmu, tetapi ruang aman bagi anak-anak.