Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung gerakan penanaman ribuan pohon guna menghijaukan kota sekaligus mengurangi paparan panas matahari di wilayah perkotaan.
Program tersebut direncanakan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Sorong. Setiap OPD ditargetkan menanam sedikitnya 10 pohon sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penghijauan kota.
Pernyataan itu disampaikan Septinus Lobat usai penyerahan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-SKPD) Tahun Anggaran 2026 kepada OPD di Gedung Lambertus Jitmau, Kota Sorong, Kamis (15/10/2026).
“Jadi, kita harus menanam pohon supaya pada siang hari kota ini tidak terkesan gersang. Dalam waktu dekat, kita akan mulai menanam pohon. Satu OPD menanam 10 pohon, sehingga nantinya akan ada ribuan pohon yang kita tanam,” ujar Lobat.
Ia menegaskan, keberhasilan program penghijauan tidak hanya bergantung pada penanaman, tetapi juga membutuhkan komitmen bersama dalam merawat dan menjaga pohon yang telah ditanam.
Karena itu, Lobat meminta masyarakat turut mengawasi serta memberikan pemahaman kepada generasi muda agar tidak merusak atau menebang pohon yang ditanam untuk kepentingan bersama.
“Mohon dukungan masyarakat dan semua elemen. Pohon-pohon ini harus dipelihara karena manfaatnya untuk kita semua. Tolong berikan sosialisasi kepada adik-adik maupun warga agar jangan menebang pohon. Kita menanam dan merawatnya bersama-sama untuk melindungi kita dari panas terik matahari,” katanya.
Selain penghijauan, Pemerintah Kota Sorong juga memprioritaskan peningkatan keamanan lingkungan melalui pemasangan lampu penerangan di sejumlah lokasi yang masih gelap dan dinilai rawan gangguan keamanan.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Menurut Lobat, penerangan jalan menjadi salah satu langkah untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama warga yang beraktivitas atau pulang pada malam hari.
“Kita pasang lampu-lampu di tempat-tempat yang gelap supaya tidak ada begal atau orang jahat di situ. Ketika masyarakat pulang malam-malam, kita ingin mereka merasa aman,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Sorong, lanjutnya, juga berencana mendukung penguatan keamanan wilayah dengan membangun kantor-kantor kepolisian sektor (Polsek) di lokasi yang dinilai rawan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Lobat mengatakan, arah pembangunan Kota Sorong difokuskan pada program-program yang konkret dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya merealisasikan rencana kerja secara terukur daripada sekadar menyampaikan target besar tanpa pelaksanaan yang jelas.
“Itu menjadi satu visi kita, bahwa ke depan kota ini harus aman. Kita tidak membuat visi yang muluk-muluk, bercerita panjang tetapi tidak bisa bekerja. Kita membuat visi yang singkat, padat, dan kita kerjakan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran dalam perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 mengharuskan pemerintah daerah menentukan prioritas secara cermat. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat berfokus pada kebutuhan mendasar masyarakat.
“Anggaran perubahan kita tahun ini mengalami pengurangan. Karena itu, kita maksimalkan hal-hal inti saja yang bisa kita kerjakan, supaya masyarakat benar-benar bisa merasakan manfaatnya,” tutup Lobat.
Melalui program penghijauan, peningkatan penerangan di titik rawan, serta rencana penguatan fasilitas keamanan, Pemerintah Kota Sorong berharap tercipta lingkungan perkotaan yang lebih teduh, nyaman, dan aman bagi seluruh masyarakat.