RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat meluncurkan program ORISUN (Orang Raja Ampat Hidup Sejahtera di Usia Senja) dan layanan money changer dalam rangkaian Festival Pesona Raja Ampat 2026. Kedua program ini ditujukan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan bagi wisatawan.
ORISUN merupakan program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat lanjut usia di Raja Ampat. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan warga dapat menjalani masa tua secara lebih layak, aman, dan sejahtera.
Peluncuran ORISUN juga menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang inklusif. Pemerintah menempatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia, sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Di sisi lain, layanan money changer disiapkan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Raja Ampat. Sebagai destinasi wisata bahari unggulan, Raja Ampat membutuhkan layanan keuangan yang memudahkan wisatawan menukarkan mata uang selama berada di daerah tersebut.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Ketersediaan layanan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan wisatawan dan memperkuat ekosistem pariwisata. Dampaknya juga diharapkan dirasakan pelaku usaha lokal, seperti pengelola penginapan, transportasi, jasa wisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui peningkatan perputaran ekonomi.
Melalui Festival Pesona Raja Ampat 2026, pemerintah daerah berupaya menyinergikan pengembangan pariwisata dengan program kesejahteraan sosial dan penguatan ekonomi lokal. ORISUN dan money changer memiliki sasaran berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat layanan pendukung pariwisata.
Keberhasilan kedua program tersebut akan bergantung pada pelaksanaan yang konsisten, mekanisme layanan yang jelas, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dan wisatawan. Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi alam dan budaya, tetapi juga momentum menghadirkan pelayanan publik dan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan.