Melanesiatimes.com, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong mulai memperkuat upaya pengendalian perubahan iklim melalui kegiatan Sosialisasi Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong ini berlangsung di Vega Prime Hotel & Convention, Selasa (13/10/2026).
Sosialisasi tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Abdul Rahim Oeli, S.E., bersama Kepala DPPLH Kota Sorong, Corina Mansawan, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Abdul Rahim menegaskan bahwa inventarisasi GRK merupakan bagian penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan mampu memperoleh gambaran yang jelas mengenai sumber dan besaran emisi gas rumah kaca dari berbagai sektor.
Menurutnya, perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang dampaknya semakin dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk mengambil peran melalui kebijakan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan lingkungan.
Ia menjelaskan, pendataan emisi perlu dilakukan secara sistematis, termasuk terhadap sektor transportasi dan pengelolaan sampah yang berpotensi menjadi sumber emisi. Data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan akan membantu pemerintah menentukan prioritas program serta merumuskan strategi pengurangan emisi secara tepat sasaran.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Abdul Rahim juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait meningkatkan koordinasi dalam penyediaan data. Kelengkapan, keakuratan, dan ketepatan waktu penyampaian informasi dinilai menjadi faktor penting untuk menghasilkan inventarisasi yang berkualitas.
Ia berharap hasil inventarisasi GRK Tahun 2026 tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.
Dengan demikian, Pemerintah Kota Sorong diharapkan dapat merumuskan langkah pengendalian emisi secara terukur sekaligus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Abdul Rahim menutup sambutannya dengan harapan agar kegiatan tersebut menghasilkan data dan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan, sehingga upaya perlindungan lingkungan di Kota Sorong dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan berkesinambungan.(***)