RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Mikiran, Distrik Kofiau, Kabupaten Raja Ampat, dilaporkan semakin meluas. Kondisi lokasi yang sulit dijangkau dan tidak tersedianya sumber air di sekitar titik kebakaran membuat masyarakat mengalami kesulitan melakukan pemadaman.
Pemuda Kofiau, Viktor Ambafen, meminta Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera meninjau lokasi serta mengambil langkah konkret untuk menangani kebakaran.
“Kebakaran di Kofiau, Kampung Mikiran, sudah melebar ke mana-mana sehingga api sulit dipadamkan karena faktor lokasi yang sulit dijangkau. Tidak ada sumber air yang dekat dengan lokasi kebakaran sehingga masyarakat sulit melakukan pemadaman,” ujar Viktor.
Menurut Viktor, kebakaran tersebut juga telah berdampak pada tanaman yang menjadi sumber utama kehidupan masyarakat setempat.
“Semua tanaman yang menjadi sumber utama kehidupan ikut terbakar,” katanya.
Viktor berharap informasi mengenai kondisi Karhutla tersebut segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia meminta BPBD turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan menentukan langkah penanganan.
“Saya berharap setelah adanya berita ini, pihak BPBD bisa segera menindaklanjuti dan meninjau lokasi kebakaran,” ujarnya.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Viktor juga menyebut hingga saat ini belum melihat tindakan nyata Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam menangani kebakaran di lokasi tersebut.
“Sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari Pemda Raja Ampat,” kata Viktor.
Ia meminta kepala daerah memprioritaskan penanganan Karhutla yang terjadi di Raja Ampat dan mempertimbangkan kembali agenda perjalanan dinas apabila kondisi kebakaran masih membutuhkan penanganan segera.
Menurut Viktor, asap tebal akibat kebakaran hutan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, ia meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan sekolah hingga kondisi udara dinilai membaik.
“Dengan adanya asap tebal akibat kebakaran hutan, udara menjadi tidak sehat untuk masyarakat. Kami meminta sekolah diliburkan sampai situasi udara benar-benar membaik,” tegasnya.
Desakan tersebut disampaikan Viktor sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan masyarakat di tengah meluasnya kebakaran di Kampung Mikiran.
Sementara itu, kondisi terkini mengenai luas area yang terbakar, perkembangan titik api, serta langkah penanganan pemerintah di lokasi masih memerlukan verifikasi dan keterangan resmi dari BPBD Kabupaten Raja Ampat.