RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — DPRK Raja Ampat meminta Bupati Orideko Iriano Burdam mengevaluasi penugasan dr. Laura Christanty, Sp.A., menyusul polemik pemindahan satu-satunya dokter spesialis anak di RSUD Raja Ampat ke Puskesmas Waisai Kota.
Berdasarkan pemberitaan Wahana News Papua Barat, penugasan tersebut tertuang dalam Surat Tugas Bupati Raja Ampat Nomor 800.1.11.1/382.3/SETDA tertanggal 5 Oktober 2026. Kebijakan itu menjadi sorotan karena RSUD Raja Ampat dilaporkan tidak lagi memiliki dokter spesialis anak setelah pemindahan tersebut.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) atau rapat gabungan komisi, DPRK menyoroti pentingnya mempertimbangkan kebutuhan tenaga medis di rumah sakit dan puskesmas sebelum menetapkan kebijakan penugasan. RDP tersebut turut dihadiri Kepala BKPSDM, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Raja Ampat, dr. Laura Christanty, serta staf RSUD Raja Ampat.
DPRK meminta Bupati meninjau kembali surat tugas tersebut agar pelayanan kesehatan anak di RSUD tetap terpenuhi. Kehadiran jajaran instansi terkait diharapkan dapat memperjelas dasar penugasan sekaligus mencari solusi atas keterbatasan dokter spesialis anak.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Persoalan ini juga mendapat perhatian Ketua Komisi III DPRK Raja Ampat, Roni Rumbewas. Dalam pemberitaan Tribune Indonesia, Roni menyatakan akan memanggil Direktur RSUD Waisai, Meidi Lidia Maspaitella, untuk meminta penjelasan mengenai ketersediaan dokter spesialis anak pengganti.
Selain evaluasi penugasan, DPRK mendorong pemerintah daerah menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk membuka kesempatan bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis anak. Perencanaan kebutuhan tenaga medis juga perlu disesuaikan dengan kapasitas dan pengembangan RSUD Raja Ampat.
DPRK menegaskan, penataan tenaga medis harus mengutamakan kepentingan pasien. Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan kejelasan mengenai kebijakan penugasan dr. Laura sekaligus memastikan keberlangsungan pelayanan dokter spesialis anak bagi masyarakat Raja Ampat.