RAJA AMPAT, MELANESIATIMES.COM — Penyaluran bantuan pangan berupa beras di Kabupaten Raja Ampat mendapat pengawasan langsung Anggota Komisi IV DPR RI, Robert Joppy Kardinal.
Penyerahan bantuan pangan tersebut berlangsung secara simbolis di Kantor Distrik Waisai Kota, Rabu (23/9/2026). Sebanyak 264,6 ton beras dialokasikan bagi 8.820 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Raja Ampat.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat penerima sesuai sasaran, jumlah, dan waktu yang telah ditetapkan.
Robert menegaskan, keterlibatan DPR RI dalam program bantuan pangan merupakan bagian dari fungsi pengawasan lembaga legislatif. Selain menjalankan fungsi legislasi dan anggaran, DPR juga memiliki tanggung jawab mengawasi pelaksanaan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Yang kita pastikan adalah bantuan pangan tersedia dan sampai kepada rakyat yang membutuhkan,” ujar Robert.
Raja Ampat memiliki tantangan distribusi yang cukup kompleks karena kondisi geografisnya terdiri atas banyak pulau. Kondisi tersebut membuat penyaluran bantuan membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, Bulog, legislatif, serta pihak terkait lainnya.
Dalam sambutan Bupati Raja Ampat yang dibacakan Wakil Bupati Mansyur Syahdan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menyampaikan apresiasi kepada Robert Joppy Kardinal yang hadir langsung untuk melihat proses penyaluran bantuan pangan.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Pemkab menilai pengawasan langsung penting untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas. Bantuan pemerintah diharapkan tidak berhenti pada proses administrasi, tetapi benar-benar diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.
Apresiasi juga disampaikan kepada Perum Bulog Kantor Cabang Sorong, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur legislatif, serta pihak lainnya yang terlibat dalam proses distribusi bantuan hingga ke wilayah kampung.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Provinsi Papua Barat Daya, Sigit Baskoro, mengingatkan masyarakat penerima agar beras bantuan pangan yang diterima tidak diperjualbelikan.
Menurut Sigit, bantuan pangan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan keluarga penerima bantuan.
“Bantuan pangan ini bukan untuk diperjualbelikan. Bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat penerima,” tegas Sigit.
Bulog memastikan program bantuan pangan masih akan berlanjut dengan tambahan penyaluran pada Oktober, November, dan Desember 2026.
Dengan jumlah penerima mencapai 8.820 PBP dan total bantuan sebanyak 264,6 ton beras, pengawasan distribusi menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat Raja Ampat yang menjadi sasaran program.
Kehadiran Robert Joppy Kardinal dalam penyerahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan DPR RI terhadap pelaksanaan program pangan pemerintah di daerah kepulauan, khususnya untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan menyentuh masyarakat penerima secara langsung.