Melanesiatimes.com, Kota Sorong — Kondisi asap mulai mengganggu mobilitas wisatawan di Provinsi Papua Barat Daya. Sejumlah penerbangan dilaporkan menghadapi kendala, mulai dari pesawat yang harus berputar sebelum mendarat hingga pengalihan pendaratan ke bandara lain. Dampak ini juga berpotensi menghambat aktivitas wisata di sejumlah destinasi, meski hingga kini belum ada laporan pembatalan kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, mengatakan dampak asap saat ini lebih terlihat pada terganggunya waktu perjalanan dan mobilitas wisatawan, baik ketika tiba di daerah tujuan maupun saat hendak mengunjungi destinasi wisata.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri pelepasan kapal perang dalam rangka Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Pelabuhan Kodaeral, Selasa (20/10/2026).
“Kalau dari sisi penundaan atau pembatalan kunjungan, sampai saat ini belum ada laporan. Namun, yang pasti kondisi ini mengganggu mobilitas wisatawan karena waktu perjalanan menjadi tidak menentu,” ujar Yusdi.
Ia menjelaskan, gangguan penerbangan menjadi salah satu dampak yang dirasakan wisatawan. Pesawat yang hendak mendarat terkadang harus berputar-putar, bahkan dialihkan ke bandara lain apabila kondisi tidak memungkinkan.
Situasi tersebut dapat memengaruhi jadwal perjalanan wisatawan yang telah menyusun agenda kunjungan ke berbagai destinasi di Papua Barat Daya.
Selain transportasi udara, kondisi asap juga berpotensi mengganggu kegiatan wisata di lapangan. Wisatawan yang semula berencana mengunjungi destinasi tertentu bisa memilih menunda perjalanan hingga kondisi asap berkurang demi kenyamanan dan keselamatan.
Meski demikian, Yusdi menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai pembatalan kunjungan wisatawan akibat kondisi tersebut.
1 / 1
Tonton Juga Serial Pendek
👇👇👇
🖤Lagu Viral Pesta Babi**🖤
Menurutnya, periode September hingga Mei merupakan musim kunjungan wisatawan ke Papua Barat Daya. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya jumlah wisatawan yang menggunakan penerbangan menuju daerah ini, dengan tingkat keterisian pesawat yang mulai ramai kembali.
Yusdi juga menjelaskan bahwa perjalanan wisatawan mancanegara, khususnya yang mengikuti paket wisata, umumnya telah direncanakan jauh-jauh hari. Bahkan, sebagian paket perjalanan tersebut telah dipasarkan sejak tahun sebelumnya.
“Paket-paket wisata ini sudah dijual sejak tahun lalu. Karena itu, kita berharap wisatawan tetap dapat datang sesuai rencana, meskipun saat ini ada tantangan akibat kondisi asap,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya telah mengimbau para pelaku usaha pariwisata serta pihak yang berinteraksi langsung dengan wisatawan agar memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama kegiatan wisata berlangsung.
Yusdi berharap pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat dapat berkolaborasi dalam menghadapi kondisi tersebut agar dampaknya tidak semakin meluas.
“Kita berharap melalui berbagai upaya pemerintah dan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, kondisi asap ini bisa segera berlalu,” pungkasnya.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperhatikan perkembangan kondisi asap serta dampaknya terhadap aktivitas pariwisata, sehingga mobilitas wisatawan dan kegiatan kunjungan ke berbagai destinasi di Papua Barat Daya dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.